Ekuador Mencekam, Penembakan Terjadi Lagi Tewaskan Aktivis Politik

Muhammad Fida Ul Haq
Penembakan terjadi lagi di Ekuador. (Foto: rte.ie)

Minggu lalu, kandidat presiden Fernando Villavicencio ditembak di Quito setelah meninggalkan acara kampanye.

Pembunuhan itu menggemparkan Ekuador dan telah mendorong para kandidat untuk berjanji menerapkan pendekatan tegas kepada pelaku kejahatan.

Angka pembunuhan di Ekuador melonjak sejak Covid-19. Puluhan orang juga tewas akibat kerusuhan di penjara bulan lalu.

Situasi ini telah mendorong Guillermo Lasso untuk mengumumkan keadaan darurat. Dia melegalkan penggunaan senjata api oleh warga sipil untuk menjaga diri.

Enam warga negara Kolombia telah didakwa atas pembunuhan Villavicencio. Satu tersangka lain meninggal saat akan ditangkap polisi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Komnas HAM: Korban Penembakan di Kembru Papua Tengah Bertambah Jadi 12 Orang

57 tahun lalu

Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, 9 Orang Terluka 

57 tahun lalu

Kelakar Kapolri Mau Jadi Aktivis usai Pensiun: Nanti Gantian Saya Mau Demo

57 tahun lalu

Ray Rangkuti Sebut Posisi RI di Politik Global Tak Ada Daya Tawar: Masih Ikut-ikutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal