Macgregor mengatakan, rakyat Amerika sepertinya lupa atau menyadari bahwa Taiwan telah digunakan sebagai basis untuk invasi tentara Jepang ke China pada 1937. Perang kala itu menelan jutaan nyawa rakyat China.
“Pada 1930-an, Kekaisaran Jepang menggunakan Taiwan sebagai pangkalan untuk menyerang China. Jika orang Cina berpikir kami menggunakan militer Taiwan untuk digunakan sebagai pangkalan melawan mereka, mereka pasti akan menyerang dan kami tidak dalam posisi untuk menghentikan mereka,” ucapnya.
“Amerika Serikat tidak siap untuk perang apa pun dengan China. Kami tidak memiliki infrastruktur logistik di Pasifik Barat untuk mengobarkannya,” kata Macgregor.
China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya dan selalu menggunakan kekuatan untuk membawa pulau berada di bawah kendalinya. Karena itu, kunjungan Pelosi dianggap sebagai ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Beijing pun telah menanggapinya dengan menggelar latihan militer berintensitas tinggi di kawasan itu, di samping memanggil duta besar AS di Beijing.
Pelosi bukanlah ketua DPR AS pertama yang datang ke Taiwan. Pada 1997, ketua DPR AS pada masa itu, Newt Gingrich, datang ke pulau itu ketika hubungan antara Beijing dan Washington DC memburuk secara tajam.