Eks Kanselir Jerman: Ukraina Sebenarnya Sudah Siap Berdamai dengan Rusia, tapi Batal karena Ditekan AS

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) saat menjadi penengah dalam perundingan Rusia-Ukraina yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, Maret 2022. (Foto: Reuters)

BERLIN, iNews.idUkraina sebenarnya sudah siap berdamai dengan Rusia dan membatalkan rencananya untuk bergabung dengan NATO saat para delegasi kedua negara bernegosiasi pada Maret tahun lalu. Akan tetapi, Kiev akhirnya membatalkan gagasan tersebut karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat

Hal itu disampaikan oleh mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, akhir pekan ini. Menurut dia, satu-satunya pihak yang dapat menyelesaikan Perang Rusia-Ukraina saat ini adalah Amerika. 

“Selama negosiasi perdamaian pada Maret 2022 di Istanbul dengan (pemimpin negosiator Ukraina saat itu) Rustem Umerov, Ukraina tidak menyetujui perdamaian karena mereka tidak diizinkan (AS). Mereka pertama-tama harus bertanya kepada Amerika tentang segala hal yang mereka diskusikan,” kata Schroeder dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, Berliner Zeitung, Sabtu (21/10/2023).

Mantan kanselir Jerman itu mengatakan, Kiev pernah menghubunginya pada 2022. Kala itu, Ukraina memintanya untuk menengahi perundingan dengan Rusia. Setelah itu, Schroeder mengadakan pertemuan dengan Umerov dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Schroeder mengatakan, potensi perjanjian perdamaian kala itu mencakup lima poin utama. Pertama, berdasarkan rancangan kesepakatan, Kiev seharusnya mengubur rencana untuk bergabung NATO. Kedua, Kiev seharusnya mengembalikan status resmi bahasa Rusia di Ukraina. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih

57 tahun lalu

Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan

57 tahun lalu

Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka

57 tahun lalu

Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal