Ekonomi Rusia Masih Kuat Tahan Sanksi AS jika Perang Ukraina Berlanjut

Anton Suhartono
Rusia yakin perekonomian nasionalnya masih kuat untuk bertahan di tengah ancaman sanksi tambahan AS (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id – Pemerintah Rusia meyakini perekonomian nasionalnya masih cukup kuat untuk bertahan di tengah ancaman sanksi tambahan Amerika Serikat, termasuk tarif 100 persen, jika perang dengan Ukraina terus berlanjut. 

Keyakinan ini disampaikan sejumlah pejabat Kremlin yang menegaskan bahwa Presiden Vladimir Putin tidak akan tunduk pada tekanan eksternal, termasuk dari mantan Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap produk-produk Rusia jika Moskow tidak menyepakati perdamaian dengan Ukraina dalam waktu 50 hari. Namun, para pejabat Rusia justru melihat ancaman tersebut sebagai bagian dari tekanan politik yang tidak akan menggoyahkan strategi militer maupun ekonomi negara mereka.

“Putin yakin perekonomian dan militer Rusia cukup kuat untuk meladeni ancaman dan tindakan apa pun dari negeri Barat,” ungkap salah satu pejabat Kremlin, dikutip oleh Reuters.

Mereka menambahkan Rusia telah terbiasa menghadapi berbagai gelombang sanksi sejak aneksasi Krimea pada 2014, dan saat ini negara tersebut telah membangun sistem keuangan, perdagangan, serta jalur pasokan alternatif yang lebih mandiri dan tahan guncangan.

Termasuk dalam strategi ketahanan ekonomi Rusia adalah:

  • Diversifikasi pasar ekspor ke Asia, Timur Tengah, dan Afrika;
  • Penguatan mata uang nasional melalui cadangan emas dan kebijakan moneter ketat;
  • Pemanfaatan jalur dagang non-dolar AS;
  • Peningkatan produksi dalam negeri untuk substitusi impor.
Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 menit lalu

Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?

1 jam lalu

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

2 jam lalu

Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!

3 jam lalu

Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal