Pernyataan Theodoor itu lantas ditanggapi serius oleh organisasi perawatan kesehatan setempat. Setelah melalui musyawarah dan nasihat hukum dari internal dan eksternal organisasi, mereka pun memutuskan, Theodoor telah melanggar kode etik perawat dan melaporkannya ke WZA.
Pengadilan Assen memerintahkan penahanan terhadap tersangka setidaknya selama 30 hari sebelum sidang kasusnya dimulai. Pihak berwenang Belanda juga akan terus menyelidiki kematian pasien antara Maret 2020 dan Mei 2022. Menurut perkiraan, penyelidikan kriminal itu baru rampung pada bulan depan.
Kini, tersangka hanya bisa berhubungan dengan pengacaranya. Sementara keluarga korban telah diberi tahu ihwal kasus pembunuhan ini sejak dua minggu lalu.
“Mereka (keluarga korban) memiliki begitu banyak pertanyaan saat ini dan ketidakpastian tentang bagaimana orang yang mereka cintai meninggal sangat menyiksa mereka,” kata pengacara keluarga korban, Sébas Diekstra, kepada kantor berita ANP.
Kerabat salah satu korban mengatakan kepada media Belanda bahwa Theodoor punya keterkaitan dengan kematian 24 pasien.
Sementara pihak WZA telah mengeluarkan pernyataan secara daring pada 20 April lalu. Di situ dikatakan bahwa penangkapan salah seorang karyawannya (Theodoor) yang berlangsung pada 17 April telah mengejutkan pihak RS.