Duh, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Ditutup Lagi karena Tak Ada Listrik

Anton Suhartono
Rumah Sakit Indonesia di Gaza terpaksa berhenti beroperasi karena keterbatasan bahan bakar (Foto: MER-C)

Meski demikian, rumah sakit yang dikelola LSM bantuan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan bantuan warga sekitar tersebut baru bisa menerima pasien non-darurat.

"Dengan keterbatasan fasilitas dan staf medis, kami berupaya untuk menyelamatkan warga. Sejak mulai beroperasi, kami tak mendapat sedikit pun bahan bakar. Kami belum bisa mengoperasikan ICU dan ruang operasi," ujarnya, kepada Al Jazeera, saat itu.

Rumah Sakit Indonesia menjadi satu-satunya fasilitas medis yang beroperasi di wilayah Gaza bagian utara. Ada lebih dari 600.000 warga yang masuk dalam jangkauan penanganan medis rumah sakit tersebut. Rumah Sakit utama di Gaza Utara, Al Shifa, hancur total akibat serangan pasukan Israel.

Nabhan menambahkan, sumber energi dari pasokan solar panel hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit selama 4 jam sehari, masih jauh dari kebutuhan.

Selain itu, perlengkapan dan obat-obatan juga masih jauh dari memadai. Dalam kondisi seperti itu, tak semua pasien bisa diterima oleh rumah sakit. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza

57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jenderal Angkatan Darat Lebanon Tewas

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal