"Hal ini dilakukan karena para reporter tidak mau menandatangani kebijakan media baru karena ancaman implisit yang mengkriminalisasi pelaporan keamanan nasional serta membuat mereka yang menandatanganinya berpotensi dituntut," kata asosiasi.
Meski kartu ditarik, para jurnalis masih berkomitmen untuk meliput militer AS.
"Namun jangan salah, hari ini, 15 Oktober 2025, adalah hari yang suram bagi kebebasan pers yang menimbulkan kekhawatiran tentang melemahnya komitmen AS terhadap transparansi pemerintahan, akuntabilitas publik di Pentagon, dan kebebasan berbicara bagi semua," demikian isi pernyataan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya membela keputusan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk membatasi jurnalis dengan alasan bahwa pers sangat tidak jujur.
"Saya kira dia menganggap pers sangat mengganggu perdamaian dunia," kata Trump, pada Selasa.