Duh, Banyak Orang Meninggal di New York Tak Terdata sebagai Korban Virus Corona

Anton Suhartono
Jumlah korban meninggal akibat virus corona di New York diyakini lebih tinggi dari data resmi (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Jumlah korban meninggal akibat virus corona yang terdata di New York sangat mungkin jauh lebih tinggi dari pengumuman resmi pemerintah.

Penjelasannya, orang yang meninggal di rumah dalam kondisi mengalami gejala mirip Covid-19 seperti batuk, demam, dan sesak napas, belum masuk hitungan.

Berdasarkan data dinas pemadam kebakaraan New York, jumlah orang meninggal di rumah dengan gejala mirip virus corona meningkat dari 45 pada 20 Maret hingga 241 pada 5 April.

Data dinas pemadam kebakaran didasarkan pada informasi kondisi terakhir korban, yakni mengalami masalah pada jantung atau pernapasan disertai demam dan batuk. Kondisi tersebut merupakan gejala kasus Covid-19 parah.

Meskipun gejala-gejala itu juga cocok dengan influenza, kenaikan tajam jumlah korban ini bertepatan dengan epidemi virus corona di AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perdana! Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai Rp26,72 Triliun

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal