Duh! Air, Tanah dan Udara di Gaza Diduga Terkontaminasi Zat Berbahaya akibat Ulah Israel 

Anton Suhartono
Kekhawatiran besar muncul mengenai kondisi lingkungan Gaza setelah Israel menjatuhkan 100.000 ton bahan peledak selama agresi (Foto: AP)

Abdel Shafi menambahkan, tanpa evaluasi lingkungan besar-besaran setelah gencatan senjata, warga Gaza berpotensi hidup dalam paparan zat berbahaya dari waktu ke waktu, bahkan setelah perang berhenti.

Tanah dan Udara Ikut Tercemar

Selain air, tanah pertanian Gaza pun diduga turut terkontaminasi. Lapisan tanah yang menjadi sumber pangan bagi ratusan ribu keluarga kemungkinan telah bercampur dengan residu logam berat dan bahan peledak. Jika dugaan ini benar, Gaza bukan hanya menghadapi kelaparan saat ini, tetapi juga krisis pangan jangka panjang karena produktivitas tanah menurun.

Kontaminasi udara juga menjadi ancaman serius. Debu dari runtuhan bangunan, sisa bahan peledak, dan partikel logam yang terangkat ke atmosfer dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan penyakit kronis, terutama bagi anak-anak.

Pemulihan Lingkungan yang Mustahil Tanpa Bantuan Dunia

Meski gencatan senjata telah berlaku, Israel disebut masih melanggar kesepakatan dengan melakukan serangan harian, termasuk pada Rabu (19/11) yang menewaskan sedikitnya 23 orang di Kota Gaza, Rafah, dan Khan Younis. Situasi yang tidak stabil ini menyulitkan upaya pemulihan lingkungan.

Palestina menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza bukan hanya membangun kembali rumah dan rumah sakit, tetapi juga memerlukan program dekontaminasi lingkungan besar-besaran. Tanpa itu, Gaza berisiko menghadapi krisis kesehatan publik yang lebih mengerikan dibanding masa perang.

Dengan 288.000 keluarga hidup dalam kondisi darurat, akses makanan dibatasi, dan bantuan kemanusiaan hanya masuk 28 persen dari jumlah yang disepakati, isu lingkungan kini menjadi ancaman tambahan yang memperparah penderitaan warga.

Bencana lingkungan di Gaza ini menunjukkan bahwa konflik bukan hanya merenggut nyawa dan bangunan, tetapi juga meninggalkan luka panjang pada tanah yang seharusnya menopang kehidupan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini

57 tahun lalu

Sadis! Israel Bom Tenda Pengungsi Gaza, 6 Orang Tewas 10 Luka termasuk Anak-Anak

57 tahun lalu

Biadab! Tentara Israel Bunuh Bayi Palestina Umur 7 Bulan di Tepi Barat

57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal