"Men-decoding FDR saja bisa memakan waktu sekitar satu bulan," kata pejabat itu, seperti dikutip dari Yonhap, Senin (30/12/2024).
Jika kedua perangkat tidak ruaak, lanjut dia, decoding bisa memakan waktu paling cepat satu minggu. Setelah itu pakar akan menganalisis data dari seluruh perangkat kotak hitan sembari membandingkannya dengan data di lapangan.
Pejabat badan investigasi lainnya mengatakan, FDR mungkin harus dikirim ke Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) untuk decoding. Prosesnya bisa memakan waktu setidaknya 6 bulan.
"Jika kesulitan men-decoding-nya di sini, kami mungkin harus mengirimnya ke NTSB," kata pejabat itu.
Data FDR bisa mengungkap ketinggian, kecepatan, dan arah pesawat, sementara CVR merekam transmisi radio serta suara di kokpit, termasuk percakapan pilot dan suara mesin.