Dalam pernyataanya, Hizbullah menjelaskan serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran masif Israel di Beirut Lebanon pada Kamis pekan lalu.
“Dalam operasi yang kualitatif dan kompleks, pasukan rudal meluncurkan puluhan proyektil ke berbagai target dengan tujuan mengalihkan sistem pertahanan udara Israel,” bunyi pernyataan Hizbullah.
Di saat bersamaan, unit angkatan udara (AU) meluncurkan beberapa drone ke berbagai target di Acre dan Haifa, Israel. Drone tersebut mampu menembus radar pertahanan udara Israel tanpa terdeteksi kemudian menghantam targetnya yakni kamp pelatihan pasukan elite Brigade Golani di Binyamina.
Drone menghantam barak-barak tempat puluhan tentara yang sedang bersiap untuk melancarkan serangan ke Lebanon, termasuk perwira senior.
Hizbullah juga menyatakan, serangan drone mematikan terhadap wilayah Haifa tersebut akan berlanjut jika pasukan Zionis terus melancarkan serangannya ke Lebanon.
"(Apa yang Israel) Saksikan hari ini di Haifa selatan adalah sebagian kecil dari apa yang akan terjadi jika mereka memutuskan untuk melanjutkan agresinya terhadap rakyat kami yang mulia dan terkasih", kata kelompok yang didukung Iran tersebut.