"Kami berada di Gedung Putih sampai pukul 03.00 di hari pemilihan," kata salah seorang sumber, seperti dilaporkan kembali SCMP, Jumat (6/11/2020).
“Secara fisik saya kuat, tapi saya juga tidak bisa memahami apa yang terjadi sampai hari ini. Presiden sedang mengalami hal serupa," ujarnya, menambahkan.
Namun dia melanjutkan, setelah 2 hari berada di luar pantauan publik, sibuk dengan liputan media dan merasa kesal dengan beberapa penasihat utama, Trump dan timnya memutuskan pendekatan untuk melaju ke masa jabatan kedua.
Agenda tersebut kemungkinan besar dimulai dengan memecat para pembantu utama yang telah lama membuat marah Presiden, terutama mereka yang berada di komunitas intelijen dan keamanan nasional.
“Hal pertama adalah, siapa yang dipecat, siapa yang setia, dan siapa yang kompeten,” ujar sumber.