“Orang Amerika macam apa, apalagi seorang mantan presiden, yang berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk masuk ke dalam rencana kotor dengan Vladimir Putin dan membual tentang hubungannya dengan Vladimir Putin? Hanya ada satu, dan itu Donald Trump,” kata Bedingfield, Rabu (30/3/2022), seperti dikutip Reuters.
Komentar Trump di “Just the News” itu muncul ketika negara-negara Barat sedang berusaha membujuk Putin untuk mengakhiri serangannya di Ukraina.
Selama Rusia membangun kekuatan militer sebelum serangan ke Ukraina, Trump memuji Putin sebagai seorang “jenius”. Namun, begitu serangan itu dimulai, politikus Partai Republik itu mengutuk Putin.
Putin mengerahkan tentara Rusia untuk menyerang Ukraina sejak 24 Februari lalu. Dia menyebut serangan ke negara tetangga itu sebagai operasi militer khusus untuk mendemiliterisasi dan “mendenazifikasi” Ukraina.
Operasi militer itu dilakukan Putin setelah Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) meminta bantuan Moskow untuk mempertahankan diri melawan pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Ukraina telah meminta negara-negara Barat untuk memasok lebih banyak senjata, termasuk sistem pertahanan udara dan antirudal, pesawat tempur, mortir, dan senjata otomatis.