Dituduh Terlibat Ledakan di Beirut, Milisi Hizbullah Angkat Bicara

Arif Budiwinarto
Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah (foto: Strait Times)

Nasrallah tidak balik menyinggung pihak-pihak yang berusaha menyudutkan Hizbullah dan Iran atas terjadinya ledakan di Beirut. Dia berharap agar seluruh rakyat Lebanon bangkit bersama melewati bencana ini dengan kesabaran dan stabilitas.

Pemerintah Lebanon telah memulai proses investigasi untuk mencari penyebab dan orang yang bertanggung jawab atas ledakan besar tersebut. Sejauh ini, polisi baru memintai keterangan dari kapten kapal yang mengangkut bahan kimia itu pada 2013.

Sebagai informasi, bahan kimia pembuat peledak amonium nitrat sebesar 2.750 ton sudah berada di gudang Pelabuhan Beirut sejak 2013. Selama hampir tujuh tahun, otoritas berwenang sudah berulang kali menekankan agar bahan berhaya tersebut segera dipindahkan.

"Sekalipun ada tindakan yang disengaja, jika nitrat ini telah berada di pelabuhan selama bertahun-tahun itu berarti bagian dari kasus tersebut adalah kelalaian dan korupsi," lanjutnya.

Pernyataan Nasrallah senada dengan kekecewaan publik Lebanon yang menuding insiden ledakan tersebut sebagai dampak ketidakmampuan pemerintah mengelola negara dengan baik.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Iran Hentikan Serangan ke Israel, tapi...

57 tahun lalu

Dihujani Rudal Iran, Israel Ancam Balas Dendam

57 tahun lalu

Rudal Iran Hantam Kota Tiberias Israel, Picu Kerusakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal