Oleh karena itu, tidak jelas seberapa layak USS Gerald R Ford serta kapal induk lain sekelasnya, mampu mendeteksi, melacak, atau mencegat pesawat musuh, rudal anti-kapal, atau pesawat serang kecil.
Selain itu, belum jelas pula bagaimana sistem pada kapal tersebut berkerja di bawah tekanan perang akibat lepas landas dan pendaratan terus-menerus.
USS Gerald R Ford akhirnya meninggalkan medan pertempuran akibat kebakaran di area laundry. Akibatnya, lebih dari 200 pelaut mengalami luka karena menghirup asap.
Kapal ini menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut, melebihi penugasan standar setelah berpartisipasi dalam operasi AS melawan Venezuela sebelum dikirim ke Timur Tengah.
Pelayaran normal seharusnya berlangsung sekitar 7 bulan, namun USS Gerald R Ford telah berada di laut selama sekitar 9 bulan, terhirung sejak Juni 2025.