Diprotes China dan Rusia, Dewan Keamanan PBB Batal Kutuk Kudeta Myanmar

Anton Suhartono
Dewan Keamanan PBB gagal mengeluarkan pernyataan mengutuk kudeta di Myanmar (Foto: AFP)

Bulan lalu DK mengeluarkan pernyataan yang menyuarakan keprihatinan atas pemberlakukan keadaan darurat oleh militer Myanmar serta menyerukan pembebasan semua tahanan. Namun DK tak bisa mengutuk karena ditentang Rusia dan China.

Myanmar berada dalam krisis sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Militer menuduh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), melakukan kecurangan dalam pemilu pada November. Komisi pemilihan menepis ada kecurangan masif yang bisa memengaruhi hasil suara.

Sejauh ini lebih dari 60 demonstran tewas dan sekitar 1.800 orang ditahan, termasuk jurnalis.

Seorang penyelidik hak asasi manusia independen PBB di Myanmar dan Human Rights Watch (HRW) mendesak DK untuk memberlakukan embargo senjata global serta sanksi ekonomi terhadap pemerintahan junta.

Namun para diplomat menegaskan sanksi tidak mungkin diwjudkan dalam waktu dekat karena akan ditentang oleh China dan Rusia selalu pemegang hak veto di DK.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam

6 jam lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

9 jam lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

9 jam lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal