Dikritik gegara Rapat Jam 3 Pagi, PM Jepang Takaishi Ngaku Hanya Tidur 2 Jam Semalam

Anton Suhartono
Sanae Takaichi mengaku hanya hanya 2-4 jam semalam (Foto: AP)

Takaichi menekankan, perubahan jam kerja lembur tidak akan mengabaikan kesehatan fisik dan mental para pekerja.

“Memang, jika kita bisa menciptakan situasi di mana orang bisa menyeimbangkan tanggung jawab pengasuhan anak dengan baik, sesuai keinginan mereka, dan juga bisa bekerja, menikmati waktu luang, dan bersantai, itu akan ideal,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/11/2025).

Sebelum terpilih sebagai perdana menteri, politisi Partai Demokrat Liberal (LDP) itu berjanji akan menyingkirkan istilah keseimbangan kerja dan kehidupan.

Di awal masa jabatannya sebagai perdana menteri pada Oktober lalu, dia langsung melakoni jadwal sangat padat, menghadiri pertemuan regional dan internasional, seperti KTT ASEAN, KTT APEC, serta melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, serta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Undang PM Jepang Sanae Takaichi ke Indonesia: Kami akan Sambut Hangat

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Ungkap Hasil Pertemuan dengan PM Jepang, Perkuat Kerja Sama Energi-Keamanan

Nasional
11 hari lalu

Prabowo ke PM Takaichi: Terima Kasih Undang Saya ke Jepang di Musim Bunga Sakura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal