Thangal muda semestinya juga ikut dalam penerbangan itu. Namun, lelaki itu memilih tidak ikut naik pesawat, sehingga dia pun lolos dari maut. Sejak peristiwa tersebut, Thangal memutuskan komunikasi dengan keluarganya di Kerala.
Thangal sengaja tidak menghubungi keluarganya selama puluhan tahun, karena merasa malu perantauannya di UEA ternyata tak sesukses yang diimpikan. Bahkan, ketika pulang kembali ke India, dia juga tak memberi tahu ayah, ibu, maupun saudara-saudaranya.
“Saya tidak menghubungi keluarga karena merasa gagal (di perantauan. Saya ingin mencari peruntungan di Teluk (Jazirah Arab), dan itu tidak saya dapatkan,” ujarnya kepada media internasional, dikutip kembali Alarabiyah, Senin (26/7/2021).
“Lalu saya terus bertekad akan menjadi orang sukses (dengan bekerja) di Bombay (Mumbai) dan barulah setelah itu memberi tahu semua orang. Tapi itu tidak pernah terjadi. Begitulah yang saya alami, dan 45 tahun pun berlalu,” kata Thangal berkisah.
Dua tahun lalu, seorang teman menemukan dia dalam keadaan fakir: tidak punya uang dan sakit-sakitan sehingga hampir tidak bisa berjalan. Temannya itu membawa Thangal ke tempat penampungan. Namun, kakek itu tetap tak mau membeberkan informasi tentang keluarganya. Beberapa minggu yang lalu, dia akhirnya bercerita.