Dijarah Pencuri dan Dihancurkan Jihadis, Kini Perubahan Iklim Jadi Ancaman Baru 'Harta Karun' Afghanistan

Nathania Riris Michico
Tebing indah di Lembah Bamiyan. (FOTO: AFP)

Bagi Baqe Ghulami, yang berasal dari distrik Saikhand di Bamiyan utara, perubahan iklim telah lama menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh warga.

"Cuaca berubah, sekarang musim panas lebih hangat dan musim dingin lebih dingin," katanya, sambil menghadap ke ruang kosong yang dulunya pernah menjulang dua patung Buddha di sini.

Tempat patung Buddha berusia berabad-abad itu dihancurkan oleh Taliban pada 2001.

Sebelum Islam masuk ke wilayah tersebut, di wilayah ini sudah kaya dengan berbagai artefak. Meskipun berasal dari agama lain, penduduk yang berbicara dengan AFP dengan bangga menceritakan bagaimana masyarakat berusaha mempertahankan sejarah di daerah itu sebagai milik mereka.

Dari gua-gua yang kosong, pengunjung dapat melihat Pusat Budaya, yang mulai dibangun pada 2015 tetapi belum selesai. Pusat Budaya ini dibangun dengan tujuan mengedukasi pengunjung tentang kebutuhan mendesak melestarikan warisan daerah tersebut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

All Sport
8 hari lalu

Indonesia–Afghanistan Jajaki Kerja Sama Futsal, FFI Buka Peluang hingga Olimpiade

Internasional
1 bulan lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Destinasi
2 bulan lalu

5 Rekomendasi Objek Wisata Ramah Anak di Jakarta, Cocok untuk Libur Nataru 2025!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal