Dievakuasi dari Wuhan, Ratusan Warga Australia Dikarantina di Christmas Island

Nathania Riris Michico
Qantas tidak akan lagi mengangkut penumpang asal China untuk masuk ke Australia. (FOTO: ABC News/Natasha Johnson)

"Bagasi penumpang sudah masuk, pesawat sudah diisi bahan bakar dan penumpang sebentar lagi akan naik jadi mudah-mudahan pesawat akan berangkat dalam beberapa jam mendatang."

Beberapa warga Australia di Wuhan sebelumnya menolak dievakuasi dan lebih memilih tinggal di sana, sementara yang lain khawatir mereka akan dikarantina setibanya di Australia.

Gloria Zeng, seorang ibu beranak tiga asal Sydney, awalnya enggan meninggalkan Wuhan karena tidak mau tinggal di pusat tahanan imigrasi di Christmas Island.

Namun Zeng berubah pikiran di hari keberangkatan.

"Saya mendapat desakan kuat dari suami saya. Dia mengatakan situasinya tidak bagus, semua negara lain sudah mulai menutup perbatasan mereka," katanya, kepada ABC.

"Dia mengatakan bila kami tetap berada di sini, mungkin diperlukan waktu beberapa bulan sebelum boleh meninggalkan Wuhan, jadi dia sangat khawatir."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
13 jam lalu

LiuGong Jadikan Indonesia Basis Produksi Alat Berat Elektrik Global

2 hari lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

5 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

5 hari lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal