Didakwa Ikut Aksi Protes 2019, Petinju Iran Divonis Mati 

Umaya Khusniah
Mohammad Javad (26) divonis mati karena turut bergabung dalam aksi protes pada November 2019. (Foto: TheSun)

"Sebelum dieksekusi Navid Afkari berkata: 'Republik Islam sedang mencari leher untuk mengikat tali.'Kali ini Mohammad Javad Vafaei menghadapi eksekusi atas kejahatan bergabung dengan protes nasional Iran. Kami orang Iran menyerukan kepada atlet global untuk menjadi suaranya.#UnitedforNavid,” tambahnya.  

Para ahli telah mencatat tuduhan "menyebarkan korupsi di Bumi" sering digunakan terhadap pemrotes untuk menghilangkan oposisi terhadap Pemimpin Tertinggi rezim, Ali Khamenei.

Setelah kematian pegulat Afkari, dua atlet lain juga dieksekusi.

Petinju Ali Mutairi (30) dilaporkan disiksa dengan kejam di Penjara Sheiban. Dia dipaksa mengaku telah membunuh dua anggota milisi Basij pada 2018. Sementara juara gulat, Mehdi Ali Hosseini juga dieksekusi tahun lalu.

Angka menunjukkan Iran melakukan sekitar 250 eksekusi per tahun. Iran juga mengeksekusi rata-rata 100 anak-anak setiap tahun.

Sistem hukuman mengerikan di Iran di antaranya digantung dari crane di depan umum, penggunaan kejut listrik dan cambuk.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Internasional
3 jam lalu

Israel Panik Rudal-Rudal Iran Leluasa Menari di Langit, Larang Warga Berkumpul

Internasional
3 jam lalu

Garda Revolusi Iran Klaim Kuasai Langit Israel, Rudal Tembus Sistem Pertahanan

Internasional
4 jam lalu

Satu Rudal Iran Porak-porandakan Kota Arad Israel, Puluhan Orang Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal