Saat itu Israel mengincar Hashem Safieddine, tokoh senior kelompok Hizbullah yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Hassan Nasrallah. Keberadaan Safieddine hingga kini juga masih misterius, tak bisa dihubungi sejak serangan tersebut. Dia beserta beberapa pejabat Hizbullah lainnya sedang menggelar rapat di markas bawah tanah Hizbullah saat serangan terjadi.
Setelah serangan besar itu, petugas medis dan SAR belum bisa menjangkaunya karena Israel masih terus menyerang wilayah tersebut.
Iran menunjuk Qaani sebagai kepala dinas intelijen militer luar negeri IRGC menggantikan Qassem Soleimani yang dibunuh pasukan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, pada 2020.
Pasukan Quds sangat berpengaruh di luar Iran karena unit ini bertugas melakukan koordinasi dengan kelompok-kelompok proksi di kawasan.