Menurut dia, tidak banyak perubahan yang akan dilakukan terhadap gedung tersebut karena kondisinya masih sangat bagus. Mereka hanya akan menambah tempat wudhu dan kamar mandi. Selain dari itu, seperti dapur, kantor, perpustakaan bisa langsung digunakan. Bahkan, ada pula ruangan yang bisa dijadikan studio mini untuk pengajian jarak jauh di tengah situasi pandemi ini.
Mereka juga tidak perlu mengubah bangunan ke arah kiblat karena bangunan yang terdiri atas dua lantai tersebut sudah mengarah ke Kakbah. “Jadi kita tinggal menghamparkan karpet saja. Masjid ini mampu menampung sekitar 200 jamaah. Insya Allah, Idul Fitri nanti sudah bisa kita gunakan untuk salat dan juga untuk salat Jumat,” ucapnya.
Ned menjelaskan, sementara ini masjid tersebut belum bisa menggelar salat jemaah lima waktu karena belum siap secara teknis. Selain pekerjaan untuk merapikan ruangan salat, juga keterbatasan relawan yang saat ini masih dalam perekrutan.
Masjid-masjid di Toronto dan sekitarnya, seperti Masjid Sayeda Khadija Centre dan Taric Islamic Centre juga beroperasi secara bertahap di awal-awal pendiriannya.
Ketua Masyarakat Islam Indonesia Toronto (MIIT) Eni Durhan mengatakan, pengadaan masjid dan gedung pusat keislaman itu merupakan inisiasi dari masyarakat muslim yang tergabung dalam MIIT.