Di Prancis, Kebebasan Berekspresi Pakai Kartun Nabi Muhammad Konsekuensinya Kematian

Arif Budiwinarto
Foto ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. (foto: Okezone)

Chouadi mengatakan bahwa anaknya menafsirkan arahan guru tersebut yang meminta murid beragama Islam keluar kelas sebagai tindakan untuk menghormati keyakinan mereka.

"Dia melakukannya untuk melindungi anak-anak, bukan untuk mengejutkan mereka," katanya dikutip dari France24, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, anggota parlemen dan serikat guru Prancis memuji keberanian guru yang harus meregang nyawa dalam menegakkan kebebasan berekspresi sebagai inti prinsip demokrasi Prancis.

Jean-Remi Girard, presiden Persatuan Nasional Guru Sekolah, mengatakan bahwa anak-anak perlu memahami bahwa penistaan ​​agama dapat menimbulkan guncangan, tetapi legal.

"Kami berada di Prancis, pada abad ke-21, dan kami memiliki seorang guru yang dipenggal kepalanya di jalan hanya karena dia mencoba untuk mengajar," kata Girard.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh

57 tahun lalu

Thailand Geger, Beredar Foto Presiden Macron Berlutut di Hadapan Raja Maha Vajiralongkorn

57 tahun lalu

Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

57 tahun lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal