Sementara itu Israel kembali menolak penyelidikan HAM PBB.
"Tidak mengherankan, tujuan dari mekanisme ini adalah untuk mencari kesalahan Israel, sambil menutupi kejahatan yang dilakukan Hamas," demikian pernyataan misi Israel di Kantor PBB Jenewa.
"Seperti diumumkan Israel segera setelah sesi khusus, tidak bisa dan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan semacam ini."
Pillay, mantan hakim Afrika Selatan yang menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk HAM pada periode 2008-2014 akan memimpin panel beranggotakan tiga orang yang juga terdiri, yakni pakar asal India Miloon Kothari dan Australia Chris Sidoti.
Para penyelidik akan mempresentasikan laporan pertama mereka pada Juni 2022.