"Saya tidak akan mengatakan sepatah kata pun, saya bahkan tidak akan menatap mata mereka. Kami bergerak maju dengan damai dan saya sangat menghormati teman-teman di kapal ini dan keselamatan mereka," kata Ordu, melanjutkan.
Dia menambahkan, pasukan Zionis juga mungkin memilih seseorang di kapal sebagai kambing hitam untuk membenarkan penyerangan mereka.
“Sebagai orang Turki, saya berpotensi dijadikan kambing hitam,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan skenario yang telah disepakati para aktivis dan kru jika pasukan Isarel menyerbu kapal.
"Kami akan mengenakan jaket pelampung, duduk dengan tangan kosong, dan menunggu. Kami tidak akan melakukan tindakan provokatif apa pun. Kami tidak akan bereaksi dengan cara apa pun,” tuturnya.
Aksi tersebut untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tidak melakukan perlawanan apa pun, bahkan hanya dengan ekspresi wajah.
Jika ada informasi salah satu dari aktivis dan kru terluka karena melawan, lanjut Orduu, maka berita itu bohong.