Desak Rebut Tepi Barat dari Palestina Segera, Para Menteri Israel Bawa-Bawa Trump

Anton Suhartono
Sebanyak 14 menteri Israel mendesak PM Benjamin Netanyahu mencaplok wilayah Tepi Barat dari Palestina dengan mencantumkan nama Trump (Foto: AP)

Rencana ini pastinya akan memicu perlawanan luas, bukan hanya dari Palestina tapi juga komunitas internasional, karena dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, salah satu penandatangan surat, mengunggah pernyataan ini melalui media sosial X. Ia menegaskan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina di wilayah mana pun akan menjadi ancaman eksistensial bagi Israel.

Selain Smotrich, penandatangan surat termasuk sejumlah menteri penting lainnya: menteri pertahanan, ekonomi, pertanian, energi, komunikasi, perhubungan, kehakiman, pariwisata, inovasi, budaya, urusan diaspora, pendidikan, kesetaraan sosial, kerja sama kawasan, serta Ketua Knesset Amir Ohana.

Desakan para menteri ini menunjukkan semakin menguatnya tekanan dari dalam pemerintahan untuk mengambil tindakan sepihak di tengah memburuknya situasi di wilayah pendudukan.

Pemerintah Otoritas Palestina menegaskan bahwa Tepi Barat merupakan bagian tak terpisahkan dari masa depan negara Palestina. Mereka mengecam langkah pencaplokan sebagai bentuk penghancuran solusi dua negara dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Timur Tengah tahun 1967. Sejak saat itu, pembangunan permukiman Yahudi ilegal terus diperluas, khususnya setelah pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
4 jam lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Internasional
5 jam lalu

Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Tunda Kirim Senjata Senilai Rp211 Triliun ke Taiwan

Internasional
6 jam lalu

Iran Sudah Curiga Uni Emirat Arab Dukung Serangan AS-Israel sejak Awal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal