2. Stenografer
Di White House, seorang stenografer bertanggung jawab untuk merekam hingga mencatat segala hal yang dikatakan presiden, terutama ketika berbicara kepada pers atau publik. Bahkan, stenografer harus “menguntit” presiden supaya tidak ada satu kata yang terlewat.
Beck Dorey-Stein, mantan stenografer Presiden Barack Obama mengatakan dia harus mengikuti presiden sehingga tidak ada sepatah kata pun yang terlewat. Rekaman kemudian diserahkan ke arsip kepresidenan guna memastikan tidak ada miskomunikasi.
Pada masa pemerintahan Donald Trump, Direktur Stenografi berpenghasilan 98.900 dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar per tahun.
3. Calligrafer
Pekerjaan unik di White House lainnya adalah calligrafer, bertugas untuk menulis undangan khusus. White House mempunyai calligrafer yang mulai dipekerjakan pada 1860-an. Mereka ditugaskan untuk menulis undangan, sertifikat, dokumen, hingga surat menggunakan tangan untuk presiden.
Tak hanya itu, mereka pun ahli dalam memersonalisasi font serta simbol untuk budaya serta tamu tertentu. Kepala Calligrafer berpenghasilan 109.200 dolar AS per tahun atau sekitar Rp1,6 miliar di era pemerintahan Donald Trump.