Demonstrasi Anti-Prancis Meluas, Pakistan Tutup Akses Masuk Ibu Kota Islamabad

Ahmad Islamy Jamil
Aparat keamanan memblokir jalan Islamabad-Rawalpindi di Pakistan, Senin (16/11/2020), untuk menahan masuknya demonstran anti-Prancis ke ibu kota negara itu. (Foto-foto: AFP)

Macron mengatakan, guru itu dibunuh karena kelompok Islam hendak merenggut masa depan Prancis. Komentar sang presiden kemudian memicu kemarahan di seluruh dunia Islam. Puluhan ribu orang di Pakistan, Iran, dan negara-negara Muslim lainnya di Asia Selatan membanjiri jalan-jalan dan mengorganisasi gerakan boikot anti-Prancis.

Pakistan telah mengajukan keluhan kepada Pemerintah Prancis atas kampanye Islamofobia yang tersistematis di negara Eropa itu.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menuduh Macron telah menyerang agama Islam dan mendesak negara-negara Muslim untuk bekerja sama untuk melawan apa yang dia sebut sebagai penindasan yang sedang tumbuh di Eropa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pimpinan DPR Siap Terima Mahasiswa yang Demo Hari Ini

57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal