Demonstran Gen Z Nepal Bentrok Lagi Picu Jam Malam, Ini Penyebabnya

Anton Suhartono
Gelombang protes yang digerakkan Gen Z Nepal kembali memanas (Foto: AP)

Akar Masalah: Luka September Belum Sembuh

Demonstrasi besar-besaran pada 8-9 September yang menewaskan 76 orang masih menyisakan trauma mendalam bagi publik Nepal. Massa membakar gedung parlemen, pengadilan, dan kantor pemerintah.

Gen Z, yang menjadi motor utama protes September, merasa perubahan politik pasca-kerusuhan belum menghasilkan keadilan, terutama terkait korban dan pelaku kekerasan. Ketika kelompok pro-Oli kembali aktif di ruang publik, kecurigaan dan kemarahan pun kembali menyala.

Demonstrasi rusuh di Nepal pada September lalu dilatarbelakangi pemblokiran platform media sosial lantaran tidak memenuhi peraturan untuk mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi sesuai batas waktu yang ditentukan. Akibatnya warga tak bisa mengakses berbagai platform media sosial seperti X, Instagram, Facebook, YouTube, serta aplikasi pesan singkat WhatsApp dan Telegram. 

Namun pemerintah mencabut pemblokiran setelah demo rusuh yang awalnya menewaskan 21 orang.

Selain itu massa juga memprotes kondisi perekomian yang membuat orang-orang muda sulit mencari pekerjaan sehingga memilih bekerja di luar negeri serta maraknya korupsi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Belanja
9 hari lalu

Tren Baju Lebaran 2026 ala Gen Z, Kebaya Encim Style Anti-Mainstream!

Belanja
9 hari lalu

Bazar Fashion Ini Cocok untuk Gen Z, Hunting Baju Lebaran hingga Foto Lucu di Photobox!

Seleb
21 hari lalu

Profil Hanna Arinawati, Artis sekaligus Dosen Terbaik FHUI yang Inspiratif!

Nasional
31 hari lalu

LSI Denny JA: 84 Persen Gen Z Tolak Usul Pilkada Lewat DPRD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal