Demo Rusuh London, PM Inggris: Massa Gunakan Bendera Nasional sebagai Kedok untuk Kekerasan

Anton Suhartono
PM Inggris Keir Starmer menegaskan kelompok sayap kanan menggunakan bendera nasional sebagai kedok untuk melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap minoritas (Foto: AP)

"Namun, kita tidak akan menoleransi serangab terhadap polisi yang sedang bertugas atau orang-orang yang merasa terintimidasi di jalanan kami karena latar belakang atau warna kulit mereka," ujarnya, menegaskan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (15/9/2025).

Inggris, lanjut dia, merupakan bangsa yang dibangun di atas nilai toleransi, keberagaman, dan rasa saling menghormati. 

"Bendera kita mewakili negara ini yang beragam dan kita tidak akan pernah menyerahkannya kepada mereka yang menggunakannya sebagai simbol kekerasan, ketakutan, dan perpecahan," ujarnya.

Massa dari sayap kanan yang menggelar demonstrasi membawa simbol-simbol nasionalis terlibat bentrok dengan aparat. Hal itu salah satunya dipicu oleh orasi-orasi yang provokatif dan menghasut, berisi seruan untuk melawan pemerintah dan kelompok minoritas.

Rekaman video menunjukkan, polisi berkuda dilempari botol yang dibalas petugas dengan pukulan untuk memukul mundur demonstran 

Di saat yang sama digelar demonstrasi tandingan diikuti sekitar 5.000 orang di Whitehall, pusat kota London. Demo tersebut berlangsung damai dan aman.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur

57 tahun lalu

Breaking News: PM Inggris Keir Starmer Mundur

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal