Demi Jadi PM Belanda, Politikus Anti-Islam Geert Wilders Cabut Proposal Pelarangan Masjid

Anton Suhartono
Geert Wilders mencabut proposal yang diajukannya pada 2018 yang melarang masjid dan Alquran (Foto: Reuters)

DEN HAAG, iNews.id - Politikus anti-Islam BelandaGeert Wilders mencabut proposal yang diajukannya pada 2018 yang melarang masjid dan Alquran. Keputusan itu dia ambil demi mendapat teman koalisi sehingga dia bisa menjadi perdana menteri Belanda yang baru.

Partai sayap kanan Wilders, Partai untuk Kebebasan (PVV), memenangkan pemilu pada November 2023. Namun kursi yang diperoleh di parlemen masih di bawah batas untuk bisa membentuk pemerintahan. Jalan satu-satunya bagi Wildres adalah berkoalisi dengan partai lain.

Masalahnya, partai lain enggan berkoalisi dengan Wilders karena catatan masa lalu, termasuk sikap diskriminatif terhadap umat Islam yang berpotensi melanggar undang-undang dasar (UUD) negara itu. 

Keputusan Wilders untuk membatalkan proposal tahun 2018 itu disampaikan pada Senin (8/1/2024) atau sehari sebelum perundingan pembentukan pemerintahan baru berlangsung. 

Pembatalan proposal itu bisa menjadi modal penting bagi PVV guna mendapat kepercayaan dan dukungan dari tiga partai utama untuk membentuk koalisi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

57 tahun lalu

Prabowo: Saya Kalah 4 Kali, Tapi Tak Ganggu Pemimpin

57 tahun lalu

PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku

57 tahun lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal