Dekati Negara-Negara Afrika, Rusia Berani Tawarkan Ini ke Mesir

Umaya Khusniah
Rusia menawarkan jaminan atas pasokan gandumnya ke Mesir. (Foto: Reuters)

Sejak awal perang, blokade pelabuhan Ukraina oleh armada Laut Hitam Rusia telah menjadikan puluhan juta ton biji-bijian terkunci. Kondisi itu memperburuk kemacetan rantai pasokan global.

Rusia, Ukraina, Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lalu menandatangani kesepakatan pada Jumat (22/7/2022) untuk memulai kembali ekspor gandum Ukraina melalui jalur laut. Tetapi serangan Rusia di Odesa pada Sabtu (23/7/2022) membuat implementasi perjanjian tersebut diragukan. 

Rusia menghentikan perdagangan melalui Laut Hitam sebagai respon atas sanksi Barat dan ranjau Ukraina. Meskipun berdasarkan kesepakatan Jumat, pilot akan memandu kapal di sepanjang jalur yang aman. 

Lavrov mengatakan dia berharap PBB akan berhasil menghapus 'pembatasan tidak sah' dalam hal ini.

"Masih ada 70 kapal asing dari 16 atau 17 negara terkunci di sana sebagai sandera. Termasuk, kebetulan, satu kapal disita di pelabuhan Ukraina karena ancaman ranjau. Kapal itu seharusnya membawa makanan ke Mesir," katanya.

Dia kemudian mengatakan kepada Liga Arab, setiap kapal yang datang untuk mengambil gandum dari pelabuhan Ukraina akan diperiksa. Hal itu untuk memastikan mereka tidak membawa senjata.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Potret Pangeran Abdul Mateen yang Resmi Jadi Menlu Brunei

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal