Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Anton Suhartono
Amerika Serikat kembali diguncang tragedi kekerasan, kali ini oleh sosok yang ironisnya pernah menjadi sekutu penting dalam operasi militer (Foto: AP)

Pertanyaannya kini: apa yang membuat seorang sekutu berubah menjadi ancaman bersenjata?

Motif Gelap yang Belum Terungkap

Presiden Donald Trump menyebut motif pelaku “belum jelas” namun langsung mengaitkannya dengan terorisme.

“Siapa yang tahu apa motifnya, tapi apa yang dia lakukan sungguh mengerikan,” ujar Trump, saat berbicara dengan pasukan militer dalam momen Thanksgiving. 

Dia menegaskan serangan ini sebagai “ancaman terorisme” dan mengaitkannya dengan efektivitas Garda Nasional dalam menekan angka kriminalitas di Washington DC.

Meski demikian, otoritas penegak hukum belum memastikan apakah aksi Rahmanullah bermuatan ideologi, dendam pribadi, gangguan mental, atau motif lain.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal