Dana Covid-19 Diselewengkan, Menteri Tenaga Kerja Malawi Dipecat dan 14 PNS Ditangkap

Djairan
Ilustrasi, Presiden Malawi Lazarus Chakwera memecat Menteri Tenaga Kerja, Ken Kandodo. (Foto: Pixabay).

LILONGWE, iNews.id - Presiden Malawi Lazarus Chakwera, Minggu (18/4/2021) waktu setempat memecat Menteri Tenaga Kerja Ken Kandodo atas kasus penyalahgunaan dana penanganan virus corona (Covid-19). Selain itu, 14 pegawai negeri sipil lainnya termasuk pejabat senior ditangkap terkait kasus tersebut.

Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, Chakwera menyampaikan telah menugaskan pemeriksaan terkait dana program penanganan Covid-19 sebesar 6,2 miliar kwacha Malawi (Rp114,5 miliar) yang disalahgunakan. Dana tersebut sempat dibiarkan menganggur sebelum diselewengkan.

"Belasan orang yang diduga melakukan kejahatan, yang berhasil diungkapkan berkat laporan audit, telah ditangkap. Mereka ada yang ditangkap di kantor presiden dan kementrian," kata presiden negara di Afrika bagian timur itu dikutip Reuters, Senin (19/4/2021).

Dia mengatakan, Menteri Kandodo menggunakan dana Covid-19 senilai 613.000 kwacha (Rp11,3 juta) untuk perjalanan pribadi ke luar negeri. Meski telah mengembalikan dana tersebut, tindakannya memenuhi unsur penyalahgunaan dana penanganan pandemi.

Chakwera berjanji untuk menghentikan korupsi ketika dia menjabat pada Juni 2020, memenangkan kubu oposisi untuk pertama kalinya dalam 26 tahun. Kandodo sendiri mengaku terkejut dengan keputusan pemecatan dirinya, tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Chakwera menuturkan, akan ada lebih banyak penangkapan terkait dengan audit tersebut. Pegawai negeri sipil yang dituding terlibat dalam kasus ini juga akan diminta untuk membayar kembali dana yang dicuri. Selain dana penanganan Covid-19, penggunaan dana di bidang lain seperti infrastruktur juga akan dilakukan pemeriksaan.

Polisi Malawi melaporkan, total 14 orang pegawai negeri sipil telah ditangkap sejauh ini, termasuk pejabat imigrasi dan 10 orang yang bekerja di dewan distrik. Jumlah pelaku kemungkinan akan segera bertambah seiring pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

57 tahun lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal