Sebelumnya Penasihat Korps Garda Revousi Islam Iran (IRGC) Ibrahim Jabari mengatakan, penutupan Selat Hormuz bisa memukul perekonomian global, termasuk AS. Dia menuding AS sebagai negara yang rakus akan minyak dan menjadi pemicu eskalasi.
“Amerika Serikat rakus akan minyak. Beri tahu mereka bahwa kami sekarang telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melewatinya,” kata Jabari.
Dia memperkirakan dampak penutupan jalur laut strategis itu bisa mendongkrak harga minyak dunia menjadi 200 dolar AS per barel, berpotensi mengguncang perekonomian AS.