Dampak Invasi AS Mengerikan, Aktivis Antinuklir: Angka Cacat Lahir di Irak Naik Dramatis

Ahmad Islamy Jamil
Seorang warga Irak tengah mengibarkan bendera negaranya (ilustrasi). (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.idInvasi yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) ke Irak, 20 tahun silam, telah menyebabkan peningkatan angka cacat lahir secara dramatis di negara Arab itu. Menurut aktivis antinuklir Helen Caldicott, masalah itu akan tetap ada di Irak selamanya.  

Pada 19 Maret 2003 pukul 22.16 waktu AS, Presiden George W Bush dalam pidato televisi dari Gedung Putih mengatakan, AS dan pasukan koalisi sedang dalam tahap awal “operasi militer” untuk melucuti senjata Irak dan “membebaskan rakyat di sana”. Pidato tersebut menandai dimulainya invasi dan pendudukan AS yang menyebabkan kematian ratusan ribu warga sipil dan pejuang Irak.

“Kejahatan ‘perang kejutan dan secara tiba-tiba’ yang diprakarsai oleh George W Bush dan rekan-rekannya adalah perang nuklir dan konvensional, memulai penyakit medis yang menghancurkan dan kelainan bawaan yang akan menghantui rakyat Irak selamanya,” kata Caldicott kepada kantor berita Sputnik, Senin (20/3/2023).

Dia menuturkan, AS telah mengerahkan rudal yang dipersenjatai dengan uranium 238, yang menghasilkan partikel mikroskopis yang mencemari udara dan tanah di sekitarnya. Partikel itu akan terus disebarkan oleh angin setelah rudal meledak.

Menurut Caldicott, militer AS dan Inggris menggunakan lebih dari 1.700 ton uranium terdeplesi di Irak selama invasi 2003.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 jam lalu

Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?

4 jam lalu

Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah

8 jam lalu

Iran Deklarasikan Perang Skala Penuh Lawan AS

13 jam lalu

Konflik Memanas, Houthi Terapkan Blokade Laut Arab Saudi

1 hari lalu

Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal