TEL AVIV, iNews.id - Polling terbaru mengungkap, dua per tiga warga Israel membutuhkan perawatan kesehatan mental terkait perang di Jalur Gaza.
Survei yang dilakukan Maccabi Healthcare Services, penyedia layanan kesehatan Israel, mengungkap 32 persen responden membutuhkan dukungan psikologis khusus. Ini merupakan angka tertinggi sejak lembaga itu melakukan survei serupa, demikian laporan surat kabar The Times of Israel.
Mereka merasa mengalami gangguan kejiwaan dampak dari perang yang berlangsung lebih dari 2 tahun.
Maccabi Healthcare Services melakukan survei pada akhir 2025, sebulan setelah kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dicapai. Survei melibatkan lebih dari 1.100 responden berusia antara 20 dan 75 tahun.
Di antara responden personel militer yang bertugas pada tahun lalu, situasinya lebih parah. Sebanyak 39 persen dari mereka membutuhkan dukungan kesehatan mental, 26 persen melaporkan kekhawatiran tentang depresi, dan 48 persen mengalami masalah tidur.