Rudal Kalibr memiliki jangkauan antara 1.500 hingga 2.500 km dan berat sekitar 500 kg. Rudal andalan Angkatan Laut Rusia ini memiliki banyak kelebihan, salah satunya dapat ditembakkan dari sistem peluncuran vertikal umum di berbagai jenis kapal perang dan selam.
Bahkan, kapal perang berukuran kecil pun dapat menampung rudal ini. Tercatat, rudal ini sudah diluncurkan di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina, seperti Belarusia, Luhansk, dan Donetsk.
Rudal hipersonik 3M22 Zircon
Senjata hipersonik ini memiliki kecepatan hingga 6 mach dan dapat menembus sistem pertahanan anti rudal tradisional. Rudal ini memakai bahan bakar canggih sehingga bisa menjangkau hingga 1.000 km. Saat rudal diluncurkan, tekanan udara akan membentuk awan plasma saat bergerak dan menyerap gelombang radio hingga membuatnya tak terlihat oleh sistem radar aktif.
Kapal perang AS bisa mendeteksi rudal ini dari jarak 100 mil sehingga hanya memiliki waktu sekitar satu menit untuk mencegahnya. Dalam 8-10 detik, rudal hipersonik ini dapat menempuh jarak 20 km.
Sementara sistem pencegat rudal Aegis milik Amerika Serikat perlu waktu 8-10 detik mencegah serangan datang. Hal itu membuktikan bahwa pencegat rudal Amerika tak cukup cepat mendeteksi rudal ini. Untuk mencegat rudal, Amerika Serikat harus mencegatnya saat peluncuran atau menerbangkan objek ke jalurnya.