BEIJING, iNews.id - China melaporkan salah satu kapal selamnya telah melakukan uji peluncuran rudal balistik dengan hulu ledak tiruan ke Samudra Pasifik. Peluncuran rudal ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Australia menandatangani pakta pertahanan baru dengan negara kepulauan Pasifik, Fiji.
Melansir BBC, China menyatakan latihan militer tersebut tidak ditujukan kepada negara maupun sasaran tertentu, menurut laporan media pemerintah.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong menuduh langkah China itu sebagai tindakan yang mengganggu stabilitas kawasan. Sementara itu, Beijing menegaskan bahwa uji coba tersebut merupakan bagian rutin dari program militer tahunan China.
Australia selama beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik setelah China menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon pada 2022. Kesepakatan itu memicu kekhawatiran bahwa Beijing suatu hari nanti dapat mendirikan pangkalan militer permanen di negara tersebut.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan, Beijing telah memberi tahu kepada Canberra mengenai rencana uji coba rudal itu beberapa jam sebelumnya.