China Peringatkan AS untuk Belajar dari Tragedi Serangan 11 September soal Terorisme

Anton Suhartono
Hua Chunying (Foto: AFP)

Hua menambahkan, masalah Xinjiang sama sekali bukan tentang HAM, etnis, atau agama, tapi tentang perang melawan separatisme dan terorisme yang kejam.

Dia mengklaim, China menghadapi ribuan serangan teror dan aksi separatisme sejak 1990-an, terutama setelah 11 September di Xinjiang, menyebabkan jatuhnya banyak korban dan kerugian harta benda.

Dia menyebut dalam insiden "5 Juli" pada 2009 saja 197 orang tewas dan lebih dari 1.700 lainnya terluka.

"Atas dasar meminjam pengalaman kontra-terorisme internasional, China memulai pendidikan dan pelatihan di Xinjiang, yang merupakan langkah menjawab panggilan Rencana Aksi PBB untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan," kata Hua.

Lebih lanjut dia memaparkan, situasi keamanan meningkat secara signifikan sejak pemberlakuan kamp, tidak ada serangan teror tunggal selama 3 tahun terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Internasional
14 jam lalu

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Internasional
14 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
18 jam lalu

Antara Gencatan Senjata dan Ilusi Perdamaian: Membaca Realitas Kesepakatan AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal