China Jatuhkan Sanksi ke Mantan Menlu AS Pompeo karena Muslim Uighur, Disebut Pembohong dan Badut 

Anton Suhartono
Mike Pompeo (Foto: AFP)

Dia juga mendesak warga AS, baik dari kubu Partai Demokrat dan Republik, mengecam sanksi tersebut.

"Warga AS dari kedua pihak harus mengecam langkah yang tidak produktif dan sinis ini. Presiden Biden berharap dapat bekerja dengan para pemimpin dari kedua partai untuk membawa AS mengalahkan China," kata Horne, dikutip dari Reuters, Kamis (21/1/2021).

Menlu AS pilihan Biden, Antony Blinken, setuju dengan penilaian Pompeo soal muslim Uighur.

Dalam sidang di Senat sehari sebelum pelantikan Biden, Blinken mengatakan, tidak diragukan lagi China merupakan tantangan paling signifikan bagi AS dan negara lain. Dia yakin ada dasar sangat kuat untuk membangun kebijakan bipartisan melawan China, termasuk soal isu muslim Uighur.

Kemlu China, saat menjatuhkan sanksi, menyatakan, Pompeo dan pejabat AS lainnya merencanakan, mempromosikan, dan menerapkan langkah-langkah yang mengganggu kepentingan dalam negeri China. 

"Melarang mantan pejabat dan anggota keluarga dekat memasuki China serta membatasi perusahaan yang terkait dengan mereka untuk melakukan bisnis," bunyi pernyataan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran

57 tahun lalu

AS Bombardir Beberapa Target Iran, Fasilitas Radar hingga Gudang Rudal

57 tahun lalu

AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Polisi Tangkap WN China di Bandara Soetta, Buronan Most Wanted Kasus Online Scam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal