China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

Anton Suhartono
Pemerintah China geram setelah dituduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengintervensi Pilpres AS 2020 (Foto: AP)

Dalam pernyataannya, Lin juga melontarkan sindiran kepada AS. Dia mempertanyakan siapa sebenarnya pihak yang selama ini kerap mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan melakukan pengawasan secara luas terhadap berbagai negara.

"Siapa yang sengaja mencampuri urusan dalam negeri negara lain, melakukan pengawasan tanpa pandang bulu terhadap pemerintah, bisnis, serta masyarakat umum di seluruh dunia dalam jangka waktu lama, serta membahayakan data warga asing dalam skala besar?" katanya.

Sebelumnya, Trump melontarkan tuduhan bahwa China memperoleh sekitar 220 juta berkas data pemilih AS. Dia bahkan menyebut temian intelijen itu sebagai skandal data pemilu terbesar dalam sejarah AS.

Trump mengeklaim informasi itu berasal dari laporan badan intelijen AS, yakni CIA dan NSA. Dokumen tersebut telah dideklasifikasi sehingga bisa diakses publik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

15 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

16 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

17 jam lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal