Seorang pejabat di Kedutaan China di Washington DC menuduh AS telah menyebarkan desas-desus dan fitnah tentang pembangunan stasiun mata-mata Beijing di Kuba. Menurut dia, AS justru menjadi “raja yang paling kuat di dunia” dalam hal penyadapan atau kegiatan spionase.
Pemerintah Kuba tidak segera menanggapi permintaan komentar wartawan terkait isu tersebut. Namun, pada Kamis lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, menolak laporan WSJ. Dia menyebut pemberitaan oleh media AS itu sebagai kebohongan dan rekayasa semata.
De Cossio menegaskan, Kuba menolak semua kehadiran militer asing di Amerika Latin dan Karibia.