Dia telah meminta pihak terkait di Pemerintahan Lituania menemukan cara untuk mencari kompensasi bisnis atas kerugian yang ditimbulkan oleh keputusan China tersebut.
Penegahan produk ekspor Lithuania oleh Bea dan cukai China itu pertama kali terkuak pada Kamis (2/12/2021). Presiden Konfederasi Industrialis Lithuania, Vidmantas Janulevicius, menyampaikan fakta tersebut setelah mendapat laporan dari tiga anggota organisasi itu.
“Bea dan Cukai China tidak lagi mencantumkan Lithuania dalam daftar negara asalnya. Jadi, formulir bea dan cukai untuk kargo dari Lithuania tidak bisa diajukan,” katanya.
Para anggota Konfederasi Industrialis Lithuania menyumbang setengah dari ekonomi Lithuania. Kini, serikat dagang itu akan meminta Pemerintah Lithuania mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), untuk memprotes hambatan perdagangan tersebut.
Sebagian besar aktivitas perdagangan Lithuania berlangsung dengan negara-negara Uni Eropa. Sementara dengan China, negara Baltik itu mengekspor barang senilai 300 juta euro (Rp4,9 triliun) pada 2020, menjadikan negeri tirai bambu tujuan ekspor terbesar ke-22 bagi Lithuania.