"Baru-baru ini, karena kondisi laut, beberapa kapal penangkap ikan China berlindung dari angin dekat Whitsun Reef. Kami yakin ini sangat normal dan berharap kepada semua pihak bisa mempertimbangkannya secara rasional," kata Hua, seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/3/2021).
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan telah mengajukan protes diplomatik atas keberadaan kapal-kapal tersebut.
Berdasarkan patroli udara di terumbu karang pada Senin (22/3/2021), masih ada sekitar 183 kapal China yang berada di perairan itu.
China menggunakan sembilan garis putus-putus untuk membenarkan hak mereka atas perairan Laut China Selatan yang luas, bersinggungan dengan wilayah yang diklaim Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussaalam.
Negara itu mengabaikan keputusan pengadilan internasional pada 2016 yang memenangkan Filipina atas klaim perairan tersebut.