Cerita WNI Alami Gempa Jepang, Alarm Bunyi 8 Detik Sebelum Guncangan

Anton Suhartono
Rumah warga di Atsuma ambruk akibat gempa 6,7 SR (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai negara yang kerap diguncang gempa bumi, Pemerintah Jepang sudah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi jatuhnya korban.

Gempa bumi memang tak bisa diprediksi kapan waktunya, tapi dampak buruknya bisa diminimalisasi dengan memanfaatkan teknologi.

Hal itu yang dialami Diera Nathania, seorang mahasiswi Indonesia yang bermukim di Obihiro, Hokkaido. Saat gempa 6,7 SR mengguncang pada Kamis (6/9/2018) di pulau paling utara Jepang itu, alarm telepon genggamnya bahkan sudah berbunyi sebelum guncangan terjadi.

Alarm itu tentu sangat membantu, setidaknya bagi warga yang tinggal jauh dari titik pusat gempa. Mereka punya waktu untuk menyelamatkan diri ke luar rumah, meski hanya beberapa detik saja.

Menurut mahasiswi fakultas pertanian yang sudah tinggal 3,5 tahun di Hokkaido itu, kekuatan gempa sudah melemah yakni 3 sampai 4 SR begitu sampai ke daerahnya. Pusat gempa berada di Tomakomai, berjarak sekitar dua jam dari Obihiro. Meskipun melemah, namun guncangannya dirasakan sangat kuat di Obihiro. Bahkan yang terkuat selama 3,5 tahun dia tinggal di Hokkaido.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

57 tahun lalu

Jepang Berpotensi Diguncang Gempa Magnitudo 8 hingga 27 April, Warga Diminta Waspada

57 tahun lalu

Awas! Jepang Keluarkan Peringatan Potensi Gempa Dahsyat Pasca-Guncangan M7,4

57 tahun lalu

Gempa Besar M7,4 Guncang Jepang, Bagaimana Nasib WNI?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal