“Saya memutuskan berhenti bermain sepak bola untuk mengurus keluarga saya, tetapi ibu saya menolak,” ujar Hussein.
Sang ibu justru mendorongnya untuk terus mengejar cita-cita sebagai pesepak bola.
Keputusan tersebut menjadi titik balik kariernya. Pada 2012, Hussein direkrut klub Dohuk dan perlahan menjelma menjadi salah satu striker terbaik Irak. Dia kemudian memperkuat sejumlah klub besar di Liga Irak sebelum berkarier di Qatar.
Meski sukses di lapangan, Hussein mengaku selalu memikirkan ayah dan kakaknya.
Kini, seluruh harapan publik Irak tertuju kepadanya. Irak yang dijuluki Singa Mesopotamia akan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 dan tergabung dalam grup berat bersama Prancis, Senegal dan Norwegia.