Menurut mantan utusan AS untuk Timur Tengah itu, strategi AS dalam mewujudkan gencatan senjata bergantung pada kepercayaan dan realisme pragmatis. Melanggar kepercayaan tersebut berisiko merusak stabilitas jangka panjang.
Kekecewaan serupa disampaikan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang menyampaikan rasa frustrasinya kepada Israel.
Dia dan Kushner merasa dikhianati akibat serangan yang berlangsung saat perundingan antara pejabat AS, Qatar, dan Mesir telah mencapai kemajuan.
"Pertemuan kami sangat produktif. Lalu kami bangun keesokan pagin dan mendapati bahwa telah terjadi serangan ini," ujar Witkoff, seperti dilaporkan kembali Anadolu.
Menurut kedua negosiator tersebut, serangan itu telah melampaui batas yang bisa menggagalkan negosiasi seperti membuat murka Qatar, negara yang menjadi perantara utama antara AS dan Hamas.
"Kepercayaan Qatar terhadap kita telah hilang. Serangan itu memiliki efek metastasis," tuturnya.