Namun penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Pejabat itu menambahkan, berdasarkan percakapan dengan air traffic control, sang pilot, Mohammed Toukir Islam, telah melakukan segala upaya untuk membawa pesawat ke daerah yang jarang penduduk setelah mendeteksi masalah pada pesawat. Namun kerusakan pada pesawat tak bisa dikompromikan.
"Sayangnya, pesawat menabrak gedung dua lantai (sekolah)," kata pejabat tersebut.
Pemimpin Bangladesh Muhammad Yunus menjanjikan penyelidikan atas kecelakaan tersebut seraya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan memilukan tersebut.
Rafiqa Taha, seorang siswa yang tidak berada di lokasi saat kejadian, mengatakan kepada AP sekolah tersebut memiliki sekitar 2.000 siswa dari jenjang TK sampai SMA.
Dia tak mengira sekolah terbakar yang masuk televisi itu adalah tempatnya menimba ilmu dan sekarang menjadi perhatian nasional.
"Saya ketakutan menonton televisi. Ya Tuhan! Ini sekolah saya," kata remaja 16 tahun tersebut.